Gigi putih dan bersih merupakan dambaan bagi banyak orang. Beberapa orang merasa kurang percaya diri jika giginya berwarna gelap. Gigi dapat mengalami perubahan warna sebabkan oleh beberapa faktor sebagai berikut:

1. Merokok : Kandungan tembakau dalam rokok mengakibatkan gigi berwarna gelap
2. Makanan dan minuman : Kebiasaan mengkonsumsi kopi, teh, dan jenis makanan lain dapat mempengaruhi warna gigi
3. Obat-obatan : Beberapa jenis antibiotik dapat membuat warna gigi menjadi gelap
4. Usia :  Pada usia lanjut, ketebalan email gigi semakin berkurang karena pemakaian sehingga dentin yang berwarna kuning terlihat lebih jelas.
Bleaching merupakan perawatan gigi yang bertujuan mengembalikan kecerahan warna gigi. Proses pemutihan gigi dilakukan dengan aplikasi bahan hydrogen peroxide atau carbamide peroxide.

Metode bleaching adalah sebagai berikut:

1. Bleaching gigi di praktek dokter gigi (in-office bleaching)
Metode ini dilakukan dengan aplikasi larutan gel peroksida yang diaktifkan dengan sinar khusus. Prosedur ini memakan waktu sekitar 1 jam. Dalam kasus ekstrim, tindakan pemutihan mungkin perlu diulang hingga didapatkan hasil yang memuaskan.

2. Bleaching gigi di rumah (home bleaching)
Metode ini memerlukan cetakan (tray) sesuai kontur gigi-geligi pengguna. Gel peroksida yang digunakan disini memiliki kadar lebih rendah. Gel dioleskan pada cetakan kemudian dipasang pada gigi selama beberapa jam setiap malam selama beberapa hari.

Hasil perawatan bleaching dapat bertahan dalam jangka waktu lama. Namun tergantung dari beberapa hal, seperti kebiasaan (merokok, minum kopi atau teh, dll), umur, serta kebersihan mulut. Perlu diperhatikan juga efek samping dari tindakan bleaching, yaitu:

  • Sensitifitas gigi

Gigi yang baru saja diputihkan akan sensitif terhadap suhu maupun sentuhan.

  • Iritasi gusi

Gusi dapat mengalami iritasi akibat kontak dengan bahan peroksida konsentrasi tinggi.

Efek samping tersebut akan hilang setelah beberapa hari.

author: drg.azmi

Tagged with:

Filed under: artikel